RUMAH MINIMALIS LEBIH MENAWAN
DENGAN KOMBINASI GAYA
Dalam
prakteknya ,khususnya di Indonesia ,rumah bergaya minimalis telah menglami
berbagai transformasi dan adaptasi ,baik makna maupun bentuknya .Oleh karena
itu ,tampilan gaya minimalis kini tak lagi berdiri sendiri ,melainkan berpadu
dengan gaya lain ,seperti tropis ,etnik,hingga kontemporer .Pergeseran ini
akibat latar belakang sosial dan letak geografis di Indonesia.
Gaya
minimalis yang berkembang di Indonesia tak lagi didomimasi permainan atap datar
dari dak beton ataupun aplikasi warna-warni polos .Sentuhan eleman natural
(seperti kayu atau batu alam)serta pilihan warna-warni natural untuk finishing
dinding menjadi hal yang lazim digunakan pada rumah yang menerapkan konsep
minimalis tropis.Selain dapat menambah sentuhan pada tampilan fasad,perpaduan
gaya minimalis dengan gaya lain juga dapat menghindarkan kesan monoton
.Meskipun demikian ,karakter simpel .efisien ,dan dinamais tetap menonjol .Hal
ini biasanya ditampilkan oleh bidang-bidang dinding massif ,bukaan kaca
besar,serta konfigurasi garis-garis vertikal dan horisontal yang menjadi aksen
fasad .Inilah salah satu keunikan gaya minimalis .Tidak heran,hingga awal tahun
2010 gaya ini masih menjadi idaman hampir sebagian besar masyarakat Indonesia .
Perlu
diperhatikan ,saat melakukan eksplorasi bentuk ataupun memadukan gaya minimalis
dengan gaya lain sebaiknya tidak meninggalkan terlalu jauh konsep dasar
minimalis.Eksplorasi yang berlebihan bisa mengakibatkan karakter bangunan tidak
teratur ,terkesan berantakan ,dan tidak nyaman dipandang.
MESKI
TERBTAS,TETAP EFEKTIF DAN FUNGSIONAL
Gaya rumah minimalis
tidak hanya dituangkan pada desain rumah bertipe besar lahan yang luas.Selera
dan keinginan memiliki rumah minimalis dapat dituangkan pada rumah kecil
ataupun rumah sedang dengan lahan terbtas .
Rumah sedang biasanya
berdiri di lahan 100m2 hingga 200m2 dengan lebar 6m – 15m dan panjang 10m – 15
m .Lahan ini tidaklah terllau kecil,tetapi juga tidak terlalu besar .Di atas
lahan dengan luasan tersebut memungkinkan untuk didirikan rumah satu lantai
dengan kebutuhan ruang yang lengkap ( seperti teras ,ruang tamu,dua kamar tidur
,ruang makan ,ruang keluarga ,.dapur ,dan kamar mandi ) dengan ukuran ruang
standar ( 3m x 3m ,2,5m x 2,5m , 3m x 4m ) .Jika kebutuah ruang kurang
mencukupi ,solusi membnagun rumah bertingkat pun bisa dilakukan .
Sebuah hunian sebaiknya
memiliki sirkulasi pergerakan ,sirkulasi udara ,sert kebutuhan ruang bagi
penghuni yang terkomodasi secra maksimal .Pada rumah di lahan sedang ,untuk menciptakan
sirkulasi pergeran penghuni agar lebih yaman dan lapang biasanya ruang makan
dan dapur ,dan ruang keluarga dirancang menyatu tanpa dinding pemisah .Kalaupun
terpisah ,hanya sebatas pada permainan beda tinggi lantai dan pemasangan
partisi sehingga ruang tidak terkesan sempit dan berabtakan .Sementara untuk
memberikan kesan sejuk,area penghijauan biasanya ditempatkan didepan dan
dibelakang rumah,walaupun tidak menutup kemungkinan untuk membuat taman dalam
(inner court).
Seiring bertambahnya
jumlah anggota keluarga ,aktifitas penghuni rumah yang semakin bergam ,serta
meningkatnya perekonomian keluarga ,rumah bertingkat menjadi solusi yang tepat
kala ruang-ruang tak bisa terkomodasi secar horosontal.Konsep hunian vertikal
ini sangat cocok ditepkan pada rumah-rumah modern saai ini,khususnya ruang
untuk hunian bertingkat dapat diolah mekasimal dengan tetap mempertimbangkan
unsur sirkulasi ,Kenyamanan dan keamanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar