IKLAN ADSENSE

Kamis, 07 Januari 2016

RUMAH MINIMALIS LEBIH MENAWAN DENGAN KOMBINASI GAYA



RUMAH MINIMALIS LEBIH MENAWAN DENGAN KOMBINASI GAYA

Dalam prakteknya ,khususnya di Indonesia ,rumah bergaya minimalis telah menglami berbagai transformasi dan adaptasi ,baik makna maupun bentuknya .Oleh karena itu ,tampilan gaya minimalis kini tak lagi berdiri sendiri ,melainkan berpadu dengan gaya lain ,seperti tropis ,etnik,hingga kontemporer .Pergeseran ini akibat latar belakang sosial dan letak geografis di Indonesia.
Gaya minimalis yang berkembang di Indonesia tak lagi didomimasi permainan atap datar dari dak beton ataupun aplikasi warna-warni polos .Sentuhan eleman natural (seperti kayu atau batu alam)serta pilihan warna-warni natural untuk finishing dinding menjadi hal yang lazim digunakan pada rumah yang menerapkan konsep minimalis tropis.Selain dapat menambah sentuhan pada tampilan fasad,perpaduan gaya minimalis dengan gaya lain juga dapat menghindarkan kesan monoton .Meskipun demikian ,karakter simpel .efisien ,dan dinamais tetap menonjol .Hal ini biasanya ditampilkan oleh bidang-bidang dinding massif ,bukaan kaca besar,serta konfigurasi garis-garis vertikal dan horisontal yang menjadi aksen fasad .Inilah salah satu keunikan gaya minimalis .Tidak heran,hingga awal tahun 2010 gaya ini masih menjadi idaman hampir sebagian besar masyarakat Indonesia .
Perlu diperhatikan ,saat melakukan eksplorasi bentuk ataupun memadukan gaya minimalis dengan gaya lain sebaiknya tidak meninggalkan terlalu jauh konsep dasar minimalis.Eksplorasi yang berlebihan bisa mengakibatkan karakter bangunan tidak teratur ,terkesan berantakan ,dan tidak nyaman dipandang.
MESKI TERBTAS,TETAP EFEKTIF DAN FUNGSIONAL
Gaya rumah minimalis tidak hanya dituangkan pada desain rumah bertipe besar lahan yang luas.Selera dan keinginan memiliki rumah minimalis dapat dituangkan pada rumah kecil ataupun rumah sedang dengan lahan terbtas .
Rumah sedang biasanya berdiri di lahan 100m2 hingga 200m2 dengan lebar 6m – 15m dan panjang 10m – 15 m .Lahan ini tidaklah terllau kecil,tetapi juga tidak terlalu besar .Di atas lahan dengan luasan tersebut memungkinkan untuk didirikan rumah satu lantai dengan kebutuhan ruang yang lengkap ( seperti teras ,ruang tamu,dua kamar tidur ,ruang makan ,ruang keluarga ,.dapur ,dan kamar mandi ) dengan ukuran ruang standar ( 3m x 3m ,2,5m x 2,5m , 3m x 4m ) .Jika kebutuah ruang kurang mencukupi ,solusi membnagun rumah bertingkat pun bisa dilakukan .
Sebuah hunian sebaiknya memiliki sirkulasi pergerakan ,sirkulasi udara ,sert kebutuhan ruang bagi penghuni yang terkomodasi secra maksimal .Pada rumah di lahan sedang ,untuk menciptakan sirkulasi pergeran penghuni agar lebih yaman dan lapang biasanya ruang makan dan dapur ,dan ruang keluarga dirancang menyatu tanpa dinding pemisah .Kalaupun terpisah ,hanya sebatas pada permainan beda tinggi lantai dan pemasangan partisi sehingga ruang tidak terkesan sempit dan berabtakan .Sementara untuk memberikan kesan sejuk,area penghijauan biasanya ditempatkan didepan dan dibelakang rumah,walaupun tidak menutup kemungkinan untuk membuat taman dalam (inner court).
Seiring bertambahnya jumlah anggota keluarga ,aktifitas penghuni rumah yang semakin bergam ,serta meningkatnya perekonomian keluarga ,rumah bertingkat menjadi solusi yang tepat kala ruang-ruang tak bisa terkomodasi secar horosontal.Konsep hunian vertikal ini sangat cocok ditepkan pada rumah-rumah modern saai ini,khususnya ruang untuk hunian bertingkat dapat diolah mekasimal dengan tetap mempertimbangkan unsur sirkulasi ,Kenyamanan dan keamanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar